Oleh: M Arif Romadoni | 18/03/2012

Hukuman Bagi Pencuri

Menurut Hukum Islam:
وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُواْ أَيْدِيَهُمَا جَزَاء بِمَا كَسَبَا نَكَالاً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Laki yang mencuri dan wanita yang mencuri potonglah/putuskanlah  tangan mereka sebagai balasan dari apa yang mereka dapatkan sebagai contoh (hukuman) dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

فَمَن تَابَ مِن بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Tetapi siapapun yang  menyesal setelah perbuatan salahnya dan memperbaiki maka sesuangguhnya Allah akan memberikan maaf kepadanya Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Permasalahan yang ada di kalimat   فَاقْطَعُواْ أَيْدِيَهُمَا
apakah diputuskan/dipotong tangan secara fisik atau hukuman tersebut diterapkan secara metafora?

Mudah mudahan thread ini berguna bagi kita semua.

Sumber: allah-semata.org › … ›

Menurut Hukum di Indonesia:

Klik Link dibawah ini

eprints.undip.ac.id/17450/1/Gandung_Sardjito.pdf

repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23848/…/Chapter%20II.pdf


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: