Oleh: M Arif Romadoni | 25/12/2013

Kabupaten Labuhanbatu akan melakukan Penataan & Pemerataan Guru

Kabupaten Labuhanbatu serius akan mengimplementasikan kebijakan penataan dan pemerataan guru (PPG). Hal ini didasari pada kebutuhan masih belum meratanya guru, dimana jumlah guru berlebih dan menumpuk di pusat kabupaten, sementara terjadi kekurangan guru di daerah pinggir dan pelosok. Termasuk juga melakukan pemerataan guru PNS, karena masih dijumpai sekolah yang hanya kepala sekolahnya PNS, selebihnya adalah guru tidak tetap (GTT) atau bahkan guru honor. Demikian disampaikan Drs. Iskandar, M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu pada acara Konsultasi Publik Penataan & Pemerataan Guru bekerjasama dengan USAID-PRIORITAS bertempat di aula hotel Permata Land 19 Desember 2013.

Hal ini dibenarkan oleh Soniyudi Bizahrin selaku Kasubbag Program Dinas Pendidikan yang mempresentasikan hasil pemetaan guru. Menurut pendataan yang bersumber dari DAPODIK dan diolah oleh software SIMPK yang dikenalkan USAID-Prioritas, masih terdapat 14 sekolah negeri yang hanya kepala sekolahnya PNS, selebihnya GTT atau guru honor. Hal ini mengurangi mutu pembelajaran karena GTT atau guru honor tidak dibayar selayaknya sehingga belum menjadi guru professional yang bekerja penuh untuk mengajar. Sementara ada 50 sekolah negeri yang mempunyai guru PNS melebihi 12 orang.

Selain itu perlunya pemerataan dilandasi pada data jumlah guru sarjana juga masih belum merata. Ada 30 SD negeri yang hanya memiliki guru sarjana kurang dari 2 orang seperti yang disyaratkan Standar Pelayanan Pendidikan (SPM).

Yang menjadi isu paling penting justru masih ada nya sekolah yang kekurangan guru, khususnya guru PNS, hanya kekurangan guru tersebut saat ini telah diisi oleh guru GTT atau guru honor sehingga di sekolah itupun menjadi berlebih. Dengan dimudahkannya Kepala Sekolah merekrut guru honor, penambahan guru honor ini menjadi tidak terkendali. Hal ini mengakibatkan dana sekolah yang seharusnya untuk program peningkatan mutu menjadi berkurang. Bahkan yang keterlaluan guru honor ini mengajar justru lebih banyak jam mengajarnya dibanding guru PNS.

Secara umum kelebihan guru ini mengakibatkan 956 orang (66%) guru mengajar tidak sesuai dengan standar jam mengajar, dan bagi yang sudah sertifikasi terancam tidak akan mendapat tunjangan profesi.

Namun Kepala Dinas Pendidikan menegaskan bahwa semua akan dilakukan secara bertahap dan pada tahap awal akan dimulai dengan membuka kesempatan bagi guru di sekolah yang berlebih untuk pindah atau mencari jam mengajar di sekolah lain secara sukarela. Dinas Pendidikan akan memfasilitasi hal. Selain itu Dinas Pendidikan juga akan melakukan seleksi ulang bagi guru honor yang tidak memenuhi syarat kualifikasi dan kompetensi di sekolah yang sudah kelebihan guru.

Dalam konsultasi publik yang dipandu oleh Dr. Irsan Rangkuti dari Unimed, hadir Aswad, SH, M.AP Kepala BKD, wakil Kemenag, Dewan Pendidikan, Pengawas dan pihak sekolah, juga hadir semua Kepala UPTD di 9 kecamatan. Sebagian mendukung upaya pemerataan karena faktanya di daerah pinggir dan pelosok masih terjadi kekurangan guru, khususnya guru PNS. Sementara aspirasi dari kecamatan yang kebanyakan sekolahnya berlebih meminta bila kepindahan guru ini dilakukan secara manusiawi, jangan sampai guru dipindah sangat jauh dari lokasi tempat tinggalnya, apalagi tanpa kompensasi yang berarti.

Kepala Dinas Pendidikan juga menegaskan bahwa kepindahan guru ini sebagai bagian dari promosi yang bersangkutan. Upaya pertama setelah koordinasi dengan BKD adalah menempatkan guru formasi K-1 untuk ditempatkan hanya ditempat yang kekurangan guru, tidak di sekolah yang sudah kelebihan.

Di akhir acara, Rimbananto menambahkan bahwa USAID-PRIORITAS sangat concern untuk membangun tradisi koordinasi antar SKPD dan publik sebelum kebijakan strategis diimplementasikan. Untuk itu forum seperti ini masih akan bersambung di waktu yang akan datang, dan bisa dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi publik terhadap implementasi PPG.

Sumber: http://disdik.labuhanbatukab.go.id/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: