Oleh: M Arif Romadoni | 03/02/2016

Triple F (Fashion, Food, Film)

Ketiga hal ini menarik perhatian saya saat ini. Keseluruhan item tersebut tidak pernah lekang sesaat pun dari kehidupan kita sehari-hari.Fashion atau pakaian merupakan kebutuhan primer semua ummat manusia di bumi ini. Pakaian sangat bermanfaat untuk melindungi kulit tubuh dari pengaruh cuaca, pengaruh benda, maupun sengat hewan tertentu.Benda ini selalu menemani segala aktivitas kita sehari-hari, tanpa ia sesuatu yang buruk dapat menimpa kita-apakah itu rasa sakit, rasa kedinginan dan sebagainya.
Pakaian atau fashion memiliki corak warna, model, yang kesemuanya untuk kecantikan, keindahan, kenyamanan bagi si pemakai pakaian itu sendiri. Namun secara norma-penulis tidak menyinggung seni dan kreatifitas- pakaian bisa saja menjadi sesuatu yang tidak nyaman dipakai oleh orang tertentu, sebagai contoh para siswa dan siswi. Ketika berada di lingkungan sekolah siswa begitu tampak anggun mengenakan seragam sekolah.namun ketika para siswa maupun siswi telah berada di lingkungan rumah dan lingkungan tempat tinggalnya mulai memakai pakaian yang menurut budaya timur atau (kebiasaan yang baik) tidak sesuai dengan yang diharapkan. Penulis beranggapan sebagian besar pelecehan terhadap anak remaja/para siswi diakibatkan oleh pakaian yang mereka pakai meskipun penelitian terhadap masalah ini belum penulis laksanakan.
Selanjutnya Food atau makanan merupakan sesuatu kebutuhan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Makanan berguna bagi kelangsungan metabolisme tubuh manusia. Namun, menilik berbagai makanan-makanan yang ada beredar di masyarakat belum seluruhnya sesuai dengan kadar kelayakan bagi sebagian orang. Sebagai contoh baru-baru ini beredarnya makanan bakso yang dioplos dengan daging babi.
Kemudian Film atau sesuatu yang sejenis dengan film seperti sinetron merupakan tontonan yang ada dirumah saya setiap malam karena film maupun sinetron merupakan hal yang kami sekeluarga sangat menggemarinya. Namun terkadang film yang ada sangat banyak sekali yang tidak lagi memberikan tuntunan atau pencerahan bagi penontonnya. Bagaimana pendapat anda?

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/marifromadoni/triple-f-fashion-food-film_551b13e5a33311ed21b65c3d

Laporan Kecurangan Menurun, Soal UN Ilegal di Internet Telah Diatasi
Jakarta (15 April 2015) – Ujian Nasional Berbasis Kertas Tingkat SMA berakhir hari ini, Rabu, 15 April 2015. Sementara UN Berbasis Komputer masih akan berlangsung hingga 21 April 2015. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, menyampaikan secara keseluruhan pelaksanaan Ujian Nasional Tingkat SMA berjalan lebih baik.
“Ujian Nasional kali ini berlangsung lebih tenang. Saya lihat para siswa peserta ujian juga tidak tegang. Mudah-mudahan ini tanda baik, bahwa UN yang tidak lagi penentu kelulusan ini bisa dilaksanakan dengan penuh kejujuran,” kata Mendikbud Anies Baswedan di Jakarta, (15/04/2015).
Mendikbud Anies Baswedan juga mengungkapkan bahwa pada UN tahun ini dari laporan di berbagai daerah menunjukkan laporan tentang kecurangan jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Beberapa hal yang perlu dicermati dalam pelaksanaan UN Tahun 2015 ini di antaranya:
Mendikbud Anies Baswedan juga telah mengambil langkah cepat terhadap ditemukannya naskah soal UN untuk dua daerah dalam format PDF yang diunggah secara ilegal pada sebuah akun Google Drive Senin siang (13 April 2015). Mendikbud Anies Baswedan juga telah menelpon langsung pihak Google, Inc, Senin sore (13/04/2015). Beberapa saat  kemudian pihak Google, Inc. dari kantor pusatnya di Amerika Serikat telah menghapus file dalam akun Google Drive tersebut dan menonaktifkan serta menutup akses terhadap akun yang memuat file tersebut.
“Begitu ada laporan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dua hari lalu langsung mengambil langkah cepat, segera dan secara simultan untuk mengatasi temuan adanya dugaan naskah soal UN untuk satu provinsi di luar Jawa yang diupload secara ilegal di sebuah akun Google Drive,” kata Mendikbud Anies Baswedan.
Senin petang (13 April 2015) pihak Google telah menonaktifkan akun tersebut dan menutup akses secara global terhadap akun Google Drive itu.
Mendikbud Anies Baswedan menyatakan begitu diketahui adanya kejadian itu Kemdikbud mengambil langkah cepat untuk mengatasinya, yakni:
  1. Mendikbud tidak mentoleransi segala hal yang dimaksudkan untuk mengganggu pelaksanaan Ujian Nasional (UN), termasuk bila terdapat upaya kecurangan .
  2. Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemdikbud telah melakukan analisis terhadap file yang ditemukan. Berdasarkan analisis tersebut diketahui bahwa file berasal dari satu percetakan yang bertugas mencetak soal UN.
  3. Kemdikbud telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk membantu proses pemblokiran tautan dokumen soal UN tersebut.
  4. Kemdikbud telah berkoordinasi langsung dengan Google, Inc., untuk menghentikan akses terhadap akun Google Drive yang memuat soal UN 2015 untuk satu provinsi di luar Jawa tesebut. Pihak Google Senin malam (13 April 2015) waktu Indonesia telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan tindakan sebagai berikut:
    a.  Menghapus file dalam akun google drive yang dilaporkan
    b.  Menonaktifkan dan menutup akses terhadap akun google drive tersebut secara global untuk seluruh dunia, sehingga kalaupun ada upaya akses dengan IP adress dari negara lain hal itu tak akan dapat dilakukan.
  5. Dari tautan di google drive telah diketahui sumber pengunggah yang diduga berasal dari salah satu percetakan soal UN. Kemdikbud telah melaporkan hal tersebut secara resmi kepada Bareskrim Mabes Polri yang diteruskan kepada Plt. Kapolri untuk melakukan penyelidikan dan memproses secara hukum terhadap pihak yang telah melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan kebocoran soal UN yang secara peraturan perundang-undangan merupakan dokumen rahasia negara. Proses penyelidikan sedang berlangsung. 
Mendikbud Anies Baswedan kembali menegaskan komitmen untuk tidak memberi toleransi sedikit pun terhadap tindakan kecurangan dan kebocoran Ujian Nasional. “Saya meminta masyarakat untuk tidak tinggal diam bila menemukan tindak kecurangan dan kebocoran dengan melaporkan kepada Kemdikbud dan atau Kepolisian,” kata Anies Baswedan.
Mendikbud Anies Baswedan mengapresiasi semua pihak yang memilih untuk tetap melaksanakan UN dengan jujur dan menjaga integritas. “Dengan sistem UN  yang menerapkan indeks integritas, akan dapat mendeteksi indikasi praktik kecurangan,” ujar Mendikbud menambahkan. ***

Older Posts »

Kategori